Kangkung Obat Diabetes Herbal, Ternyata!

Tokoobatherbal.com – Kangkung Obat Diabetes Herbal yang berkhasiat membantu mengobati diabetes melitus generasi terbaru, sebuah potensi baru dari kebaikan alam bagi kehidupan manusia. Kebanyakan orang sudah pasti mengenal Kangkung. Tanaman sayur yang biasa tumbuh di kawasan berair itu sudah lama dikenal sebagai sayuran dan bahan masakan. Sifatnya yang mudah tumbuh di berbagai tempat menjadikan tanaman ini tidak sulit untuk ditemukan sepanjang tahun. Benarkah potensi kangkung menjadi obat diabetes herbal modern saat ini? Kita ikuti terus ulasan berikut ini.

Namun siapa sangka jika daun tanaman kangkung tersebut juga memiliki khasiat untuk mengobati penyakit diabetes melitus. “Ekstrak daun kangkung dianggap mempunyai kandungan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta memperbaiki fungsi pankreas,” tutur Peneliti UII, Farida Hayati, beberapa waktu lalu.

Kangkung Obat Diabetes HerbalMenurutnya, selain khasiat obat herbal, kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh juga ditemukan dalam ekstrak daun kangkung. Potensi daun kangkung sebagai obat herbal ini dapat menjadi terobosan dalam terapi pengobatan penyakit diabetes melitus selain medis di mana penyakit kencing manis ini sudah banyak terjadi kasusnya di Indonesia.

Farida mengemukakan, penelitiannya berawal dari data empiris mengenai keyakinan masyarakat bahwa kangkung memiliki khasiat sebagai obat diabetes herbal. Berangkat dari situ, ia menindaklanjutinya dengan mengadakan penelitian intensif terhadap kandungan daun kangkung.

Ia juga menggandeng peneliti UII lainnya, yakni Pinus Jumaryatno, Arde Toga N, dan Ari Wibowo. “Pengembangan daun kangkung sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus telah kami teliti secara komprehensif meliputi aspek standardisasi ekstrak, efek toksisitas, efek farmakologi, dan studi fitokimianya,” ujar wanita yang telah meneliti kandungan kangkung selama tiga tahun itu.

Kangkung Obat Diabetes Herbal, Sesuatu!

Adapun tantangan untuk menghasilkan obat herbal dari ekstrak daun kangkung adalah mengekstrak kandungannya menjadi dosis yang kecil namun berkonsentrat tinggi. Jika tidak demikian, pembuatan obat jadi kurang efektif karena membutuhkan bahan mentah yang sangat banyak. Sementara ekstrak yang dihasilkan harus optimal.

Selanjutnya, Farida Hayati memastikan apakah pemberian ekstrak daun kangkung memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Tahapan ini cukup penting dalam fase pengembangan obat herbal, di antaranya untuk memastikan aspek keamanannya ketika dikonsumsi manusia.

“Hasil uji kami menunjukkan pemberian ekstrak daun kangkung standard termasuk kategori praktis dan pemberian secara berulang tidak berpengaruh pada kesehatan hewan uji coba,” papar ahli farmasi itu menjelaskan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Farida cukup optimis bahwa pembuatan obat herbal dari ekstrak daun kangkung dapat direalisasikan. Hasil ini tentunya cukup menggembirakan bagi pengembangan terapi pengobatan penyakit diabetes melitus secara herbal. Pasalnya saat ini penderita penyakit tersebut yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Masakan kangkung yang populer adalah ca kangkung bumbu tauco atau terasi, juga di wewarungan terdapat pelecing kangkung. Nah, kini sudah tahukan, kangkung bukan saja enak dimasak sebagai sayur mayur melainkan juga diolah sebagai obat diabetes.

Add Comment