Penyakit Diabetes Tipe 1 dan Pengobatannya

Tokoobatherbal23.com Penyakit Diabetes Tipe 1 dan Pengobatannya Yang Secara Medis. Diabetes tipe 1 adalah penyakit yang terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin. Diabetes melitus tipe 1 termasuk penyakit kronis (menahun) yang tingkat produksi insulinnya rendah. Penyakit diabetes tipe 1 juga disebuat diabetes insulin yang akrab dengan anak-anak tetapi penyakit ini juga bisa diderita oleh orang dewasa usia 30-an dan 40-an tahun. Mungkin Anda pernah mendengar penyakit autoimun diabetes, inilah nama lain dari penyakit diabetes tipe 1.

Penelitian di Taiwan baru baru ini menunjukkan bahwa infeksi enterovirus dapat dihubungkan dengan faktor risiko peningkatan diabetes tipe 1

Penyakit Diabetes Tipe 1 dan PengobatannyaDalam jurnal penelitian ini telah menghasilkan bukti yang mengaitkan infeksi enterovirus dengan perkembangan penyakit diabetes melitus tipe 1 pada anak-anak dari usia 18. Para peneliti melihat data dari sistem asuransi kesehatan nasional Taiwan dari 2000-2007 dan menemukan total 570.133 anak menderita infeksi enterovirus selama periode tersebut. Data menunjukkan insiden keseluruhan diabetes tipe 1 lebih tinggi pada remaja yang telah terinfeksi oleh enterovirus, untuk rasio tingkat kejadian 1,48 dari kalangan anak anak yang terinfeksi.

Bagaimana dengan di Indonesia? Pada tahun 2015, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Namun, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya.

Sedangkan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi tinggi untuk diabetes tipe 1. Pada tahun 2010, diperkirakan ada sekitar 113.000 anak di bawah 15 tahun yang mengidap diabetes tipe 1 dengan perkiraan 18.000 kasus baru pada setiap tahunnya.

Hormon insulin biasanya mengendalikan kadar gula darah. Jika tubuh tidak cukup insulin, kadar gula darah akan naik akibat dari adanya penumpukan, ini yang disebut hiperglikemia. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 1.

Penyebab kurangnya produksi insulin oleh pankreas pada penderita diabetes tipe 1 belum diketahui hingga saat ini sehingga belum dapat disimpulkan cara pencegahannya. Diabetes tipe ini dapat timbul pada usia berapa pun, umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, khususnya anak-anak (childhood-onset diabetic). Terkadang dikenal dengan istilah diabetes ‘remaja’.

Tanda dan gejala diabetes tipe 1

Gejala diabetes yang mungkin dikategorikan klasik adalah sebagai berikut:

  • Poliuria, merupakan gejala yang berupa kelainan frekuensi diuresis/buang air kecil sebagai akibat melimpahnya produksi air seni.
  • Polidipsia, adalah gejala diabetes yang menyerang rasa haus tidak tertahankan.
  • Polifagia, gejala klasik yang menyebabkan rasa lapar terus menerus padahal sudah makan makanan sekenyangnya.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang bisa dijelaskan.

Gejala lain mungkin termasuk kelelahan, mual dan mata/penglihatan menjadi kabur alias tidak jelas. Gejala-gejala ini akan berkembang dan memburuk seiring dengan tidak terkontrolnya kadar gula yang sangat tinggi dalam darah (hiperglikemia) sehingga merusak jaringan dan organ-organ tubuh, dan berkomplikasi.

Diagnosa diabetes tipe 1

Menurut teori ilmu kedokteran diabetes tipe 1 tidak bisa disembuhkan, tetapi hanya bisa dikendalikan, oleh sebab itu menjadi penting untuk mendiagnosis diabetes sejak dini. Mengapa penting, karena kalau dideteksi ada gejala diabetes bisa segera diambil pengobatan sehingga kadar gula darah yang tinggi bisa diturunkan.

  • Kriteria diagnostik oleh American Diabetes Association (ADA) adalah sebagai berikut:
  • Glukosa plasma puasa (FPG)? 126 mg/dl (7,0 mmpl/L), atau
  • Kadar glukosa plasma 2 jam setelah makan? 200 mg/dl (11,1 mmol/L)
  • Glukosa plasma acak? 200 mg/dl (11,1 mmol/L) pada pasien dengan gejala klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia.

Studi laboratorium

Tes glukosa fingerstick cocok untuk hampir semua pasien dengan diabetes. Semua tingkat glukosa fingerstick kapiler harus dikonfirmasi dalam serum atau plasma untuk membuat diagnosis. Semua penelitian laboratorium lainnya harus dipilih atau dihilangkan berdasarkan situasi klinis individu.

Komite ahli internasional yang ditunjuk oleh ADA, The European Association for The Study of Diabetes, & The International Diabetes Association merekomendasikan uji HbA1c untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 hanya bila kondisi dini diduga tetapi gejala klasik tidak hadir.

Skrining

Skrining untuk pasien diebetes tipe 1 yang berisiko rendah tidak dianjurkan. Namun, pada pasien dengan risiko tinggi (misalnya, orang-orang yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan diabetes tipe 1), mungkin tepat untuk melakukan skrining tahunan sebelum usia 10 tahun, bersama dengan 1 pemeriksaan tambahan selama masa remaja.

Hidup dengan diabetes tipe 1

Kontrol glikemik

ADA merekomendasikan menggunakan usia pasien sebagai salah satu pertimbangan dalam penetapan tujuan glikemik, dengan target yang berbeda untuk preprandial, tidur/semalam, dan tingkat hemoglobin A1c (HbA1c) pada pasien berusia 0-6, 6-12, dan 13-19 tahun. Manfaat kontrol glikemik yang ketat tidak hanya mencakup melanjutkan penurunan dalam tingkat komplikasi mikrovaskuler tetapi juga perbedaan yang signifikan dalam kejadian kardiovaskuler dan kematian secara keseluruhan.

Monitor diri

Kontrol diabetes yang optimal memerlukan pemantauan diri seiring kadar gula darah, yang memungkinkan penyesuaian rasional dan dosis insulin. Semua pasien dengan diabetes tipe 1 harus belajar bagaimana untuk monitoring diri dan merekam kadar glukosa darah mereka sendiri dengan analisa rumahan dan menyesuaikan dosis insulin yang pas.

Monitoring secara terus menerus menggunakan continous glucose montors (CGMs) dapat membantu pasien untuk meningkatkan kontrol glikemik. CGMs mengandung sensor subkutan yang mengukur kadar glukosa interstitial setiap 1-5 menit, memberikan alarm ketika kadar glukosa terlalu tinggi atau terlalu rendah atau cepat naik atau turun.

Terapi insulin

Pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin seumur hidup. Kebanyakan membutuhkan 2 atau lebih suntikan insulin setiap hari, dengan dosis yang disesuaikan atas dasar monitor diri kadar glukosa darah. Pengganti insulin dilakukan dengan memberikan insulin basal dan preprandial insulin.

Diet dan aktivitas fisik

Semua pasien yang menyuntuk insulin harus memiliki rencana diet yang komprehensif, dibuat dengan bantuan seorang ahli diet atau yang profesional, meliputi:

  • Sebuah menu asupan harian kalori Menu Makanan Diabetes Melitus
  • Rekomendasi untuk jumlah karbohidrat diet, lemak dan protein
  • Petunjuk tentang cara untuk membagi kalori di antara waktu makan besar dan makan ringan/cemilan.

Latihan juga merupakan aspek penting dari manajemen diabetes. Pasien harus didorong untuk berolah raga secara teratur.

Penyakit Diabetes Tipe 1 dan Pengobatannya Yang Efektif 

Adakah Obat Diabetes Tipe 1 Yang Mampu Mengobatinya?

Pada penderita DM tipe 1 sistem imun menyerang sel beta pankreas yang bertugas untuk menghasilkan insulin. Insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengubah gula menjadi energi bagi sel-sel tubuh kita. Ketika sistem imun menyerang sel beta pankreas, akibatnya penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan insulin setiap hari dengan cara menyuntiknya ke dalam tubuh melalui pembulu darah.

Pertanyaannya, mungkinkah diabetes melitus tipe 1 ini dapat diobati dan sembuh? Para ahli kesehatan medis dunia bekerja sangat keras untuk mendapatkan sebuah solusi atau jalan pengobatan yang tepat bagi teratasinya peyakit diabetes tipe 1 yang diderita oleh banyak orang di zaman modern ini. Mereka akhirnya menemukan Heatshock protein, yang ketika disuntikkan dalam tubuh pasien, maka dipercaya mampu bertugas atau berfungsi sebagai umpan bagi sistem imun tubuh kita, alhasil bukan sel beta pankreas yang dihancurkan melainkan protein.

Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi para pasien diabetes tipe 1 di manapun berada. Akan tetapi sayangnya terapi ini hanya berkhasiat pada penderita yang memiliki sel beta pankreas yang masih hidup, padahal sebagian besar pasien diabetes tipe 1 telah kehilangan seluruh sel beta pankreasnya.

Tidak ada yang sempurna, kita harus mencari alternatif yang mungkin bisa membantu yakni dengan menggunakan obat-obatan herbal yang khasiatnya dianggap mampu mengembalikan sel beta pankreas untuk memproduksi insulin seperti biasanya. Salah satu rekomendasinya adalah Anda dapat menggunakan obat herbal diabetes melitus alami K-Muricata dan Amazon Berries serta Amazon Plus.

Add Comment