Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan

Tokoobatherbal23.comPencegahan dan Pengobatan Penyakit Gondok Selain Medis. Berikut ini beberapa pencegahan dan pengobatan untuk mengobati penyakit gondok yang sedang Anda alami. Penyakit gondok atau yang dalam istilah medis struma adalah terjadinya pembengkakan atau benjolan besar yang terdapat pada leher sebelah depan (pada tenggorokan) hal ini terjadi disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar gondok yang tidak normal.

Penyakit gondok biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan yodium terhadap tubuh. Jika kekurangan zat yodium pada wanita yang sedang hamil terkadang dapat menyebabkan bayi meninggal dunia atau lahir dengan keterbelakangan mental serta dapat juga dapat lahir dengan cacat telinga (tuli /krenitisme) walaupun si ibu tidak sedang memiliki penyakit gondok.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan serta Fungsi yodium terhadap tubuh

Unsur yodium sini angat penting bagi kesehatan khususnya terhadap perkembangan sel-sel tubuh termasuk kesehatan otak. Yodium sendiri berfungsi untuk membentuk hormon tyroid yang nantinya akan diserap oleh usus lalu disirkulasikan menuju bermacam-macam kelenjar. Beberapa kelenjar tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kelenjar Choroid
  • Kelenjar Ciliary body
  • Kelenjar Kelenjar susu
  • Kelenjar Plasenta
  • Kelenjar air ludah
  • Kelenjar Mukosa lambung
  • Kelenjar Intenstinum tenue
  • Kelenjar gondok.

Pada umumnya unsur yodium ini dimanfaatkan oleh kelenjar gondok, dimana jika kadar yodium dalam kelenjar gondok kurang nantinya dapat memicu munculnya penyakit gondok. Beberapa daerah yang berpotensi terkena penyakit gondok:

  • Dataran tinggi dan pegunungan
  • Daerah dengan tingkat ekonomi yang rendah

Jika disuatu daerah terdapa 5-10 persen mengidap penyakit gondok, maka hal ini dinamakan endemik penyakit gondok.

Berikut ini merupakan dampak kekurangan hormon tiroid (Kurangnya Hormon Tiroid yang disebabkan oleh sedikitnya asupan Yodium dalam tubuh):

  1. Pembentukan dendrit pada neuron terganggu
  2. Hubungan antar sinapsis pada otak menjadi terhambat
  3. Merusak jaringan telinga
  4. Sintesis protein di otak, mielinisasi, interkoneksi akan terganggu
  5. Berat otak yang kurang
  6. Terjadi kelainan jumlah sel pada otak
  7. Besar sel pada cerebellum mengecil

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan Secara Medis Maupun Alami

Untuk mencegah kurangnya hormon tiroid maka usahakan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung unsur yodium diantaranya adalah: Ikan laut, Ganggang-ganggangan, sayur-sayuran hijau dan garam yang mengandung Yodium.

Penyakit gondok (tiroid) dapat dicegah dengan menggunakan garam beryodium. Dengan mengkonsumsi Yodium yang cukup maka penyakit gondok dapat dicegah dan benjolan gondoknya dapat disembuhkan.

Untuk pengobatan penyakit gondok juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi kepiting atau makanan laut yang dicampur dengan sedikit ganggang serta garam beryodium, bisa membantu mengobati si penderita dari sakit gondok walaupun hasilnya tidak sebagus dengan garam beryodium.

Penyebab Penyakit Gondok

Gondok terkadang sulit ditemukan penyebabnya karena sangat beragam. Tetapi ada beberapa faktor yang umumnya bisa memicu penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Hipertiroidisme dan hipotirodisme. Penyakit gondok dapat terjadi karena kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan (hipertiroidisme) atau menurun (hipotiroidisme). Keduanya akan memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh penyakit Graves. Sementara hipotiroidisme dapat dipicu oleh kekurangan yodium atau penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto dan penyakit Graves merupakan kondisi autoimun.
  • Defisiensi yodium. Yodium dibutuhkan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Zat ini dapat ditemukan dalam ikan, tiram, rumput laut, sereal, biji-bijian, serta susu sapi. Karena kekurangan yodium, kinerja kelenjar tiroid akan menurun dan mengalami pembengkakan.
  • Merokok. Asap tembakau yang mengandung senyawa tiosianat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap yodium.
  • Keberadaan nodul dalam kelenjar tiroid. Kebanyakan nodul ini sifatnya jinak. Namun demikian, tetap memerlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
  • Pengaruh kanker tiroid.
  • Inflamasi kelenjar tiroid akibat infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.
  • Perubahan hormon karena pubertas, kehamilan, dan menopause.
  • Pajanan radiasi, misalnya saat menjalani radioterapi.
  • Pengaruh obat litium yang umumnya digunakan untuk menangani depresi dan gangguan bipolar.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan juga Faktor-faktor Risiko Penyakit Gondok

Gondok dapat menyerang siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:

  • Usia. Risiko gondok akan emningkat pada usia 40 tahun ke atas.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria.
  • Faktor keturunan. Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker tiroid atau penyakit autoimun akan meningkatkan risiko penyakit gondok.
  • Obat-obatan seperti amiodarone serta yang mengandung litium.
  • Kehamilan dan menopause. Risiko gangguan tiroid meningkat pada saat wanita sedang hamil atau menopause, tapi penyebabnya belum diketahui dengan pasti.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan, Proses Diagnosis Penyakit Gondok

Penyakit Gondok, Pencegahan dan PengobatanKelenjar tiroid yang membengkak umumnya dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan fisik yang sederhana. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi ukuran dan tekstur benjolan serta jenis penyakit gondok.
Penderita juga akan diminta menjalani evaluasi fungsi tiroid untuk memastikan penyebab di balik pembengkakan kelenjar.

Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar hormon T3, T4, dan TSH (thyroid-stimulating hormone atau hormon perangsang tiroid). T3 dan T4 merupakan hormon tiroid utama yang ada dalam tubuh, sedangkan TSH merupakan pusat kontrol produksi hormon tiroid dalam tubuh manusia. Kadar hormon tiroid yang lebih rendah atau tinggi dari normal umumnya mengindikasikan risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini.

Ada sejumlah tes lain yang dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih mendetail mengenai kondisi pasien. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pemindaian tiroid. Proses ini melibatkan isotop radioaktif untuk memeriksa ukuran dan jenis benjolan tiroid. Karena itu, tes ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
  • Pemeriksaan USG yang digunakan untuk mengonfirmasi ukuran dan jenis benjolan. Begitu pula dengan keberadaan nodul yang mungkin tidak ditemukan lewat pemeriksaan fisik.
  • Biopsi. Prosedur ini dilakukan melalui aspirasi jarum halus dianjurkan guna mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Gondok

Pencegahan penyakit gondok disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

  • Gondok akibat defisiensi yodium. Konsumsi garam yang tinggi yodium serta penggunaan yodium sebagai salah satu bahan dasar adonan merupakan cara sederhana untuk mencegah gondok. Selain itu, yodium juga dapat diberikan dalam bentuk suplemen.
  • Gondok akibat kondisi tiroiditis autoimun. Penderita tiroiditis autoimun mungkin akan diresepkan obat levotiroksin dan obat antiinflamasi jika diperlukan. Kedua jenis obat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gondok di kemudian hari.
  • Gondok bawaan (kongenital). Gondok yang sudah terjadi sejak lahir ini dapat dicegah gejalanya dengan pengobatan levotiroksin selama beberapa saat setelah bayi dilahirkan. Penggunaan obat ini harus berhati-hati dan sesuai dengan resep dokter.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Gondok

Gondok dapat ditangani dengan beberapa cara. Penentuan langkah ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu ukuran benjolan, gejala yang dirasakan, serta penyebab dasar terjadinya gondok. Benjolan yang kecil dan tidak menyebabkan gejala umumnya tidak langsung ditangani. Dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut karena gondok Anda mungkin bisa sembuh tanpa membutuhkan penanganan.

Jika benjolan terus membesar hingga mengganggu kondisi kesehatan pasien, ada beberapa langkah pengobatan yang dapat diambil. Metode-metode penanganan yang akan dianjurkan oleh dokter meliputi:

Obat penurun hormon tiroid

Thionamide akan menurunkan kadar hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat ini digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi mual, nyeri pada sendi, ruam ringan, serta penurunan jumlah sel darah putih secara mendadak.

Terapi penggantian hormon

Langkah ini dilakukan untuk menangani hipotirodisme dengan menggantikan hormon tiroid dan umumnya harus dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah levothyroxine.

Terapi yodium radioaktif

Terapi ini juga termasuk penanganan untuk hipertiroidisme. Yodium radioaktif yang dikonsumsi akan menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan ini terbukti dapat mengecilkan ukuran benjolan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.

Langkah operasi

Benjolan yang terus membesar hingga mengganggu pernapasan dan menyebabkan penderita sulit menelan umumnya ditangani dengan operasi. Langkah ini akan dilakukan dengan tiroidektomi, yaitu prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Prosedur ini juga disarankan bagi penderita yang diduga memiliki benjolan tiroid yang mengandung sel-sel kanker.

Tiap operasi pasti memiliki risiko, termasuk tiroidektomi. Walau kemungkinannya tergolong kecil, pasien yang menjalani prosedur ini berpotensi mengalami komplikasi kerusakan pada saraf dan kelenjar paratiroid.

Contoh kerusakan syaraf yang mungkin terjadi adalah perubahan suara dan gangguan pernapasan. Komplikasi ini bisa bersifat sementara atau permanen. Sedangkan kerusakan pada kelenjar paratiroid akan memengaruhi pengaturan kadar kalsium dalam darah dan tulang.

Selain berbagai jenis terapi di atas, penderita penyakit gondok juga disarankan untuk mengikuti pola makan khusus, antara lain:

  • Diet tinggi yodium. Pada penderita penyakit gondok yang disebabkan oleh rendahnya kadar yodium, konsumsi garam yang tinggi yodium dapat membantu mengecilkan ukuran gondok. Selain itu, suplemen yodium atau obat levotiroksin dapat diresepkan untuk mengatasi masalah ini.
  • Diet rendah cyanoglucoside. Cyanoglucoside adalah senyawa alami yang mampu menghambat transportasi yodium pada kelenjar tiroid. Oleh karenanya, batasi konsumsi makanan yang banyak mengandung cyanoglucoside seperti singkong, maizena (jagung-jagungan), rebung, dan kentang manis.

Penyakit Gondok, Pencegahan dan Pengobatan Komplikasi Penyakit Gondok

Apabila terlambat ditangani atau tidak ditangani dengan baik, gondok mungkin dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti:

  • Penekanan pita suara (trakea). Hal ini dapat terjadi apabila gondok berukuran cukup besar sehingga menekan jaringan sekitarnya, terutama trakea. Selain suara menjadi serak, pasien juga dapat mengalami kesulitan bernapas.
    Sepsis. Sepsis atau infeksi darah dapat terjadi pada saat terjadi tiroid abses, yakni kondisi di mana terdapat kumpulan nanah pada kelenjar tiroid.
  • Nyeri, Perdarahan, dan Kematian Jaringan. Ketiganya dapat terjadi pada gondok jenis nodul.
    Limfoma. Gondok yang multinodul (berjumlah lebih dari satu) dan gondok yang disebabkan oleh kondisi autoimun berisiko untuk mengalami transformasi keganasan pada kelenjar tiroid, yakni limfoma.

Semoga dengan mengetahui pengertian penyakit gondok, pencegahan serta pengobatanya, Anda dapat melakukan langkah pencegahan dan pengobatan dari sekarang. Terima kasih semoga dengan artikel yang kami buat ini bisa menjadi bermanfaat untuk Anda semua. Sumber : alodokter.com.

Baca juga : 4 Jenis Buah untuk Pengobatan Penyakit Gondok

Add Comment