Pantangan Makanan Jantung Bengkak

Tokoobatherbal23.com – Pantangan Makanan Jantung Bengkak dan 13 makanan yang baik untuk jantung bengkak. Tahukah Anda apa itu penyakit jantung bengkak? Mungkin sebagian orang masih asing dengan nama jantung bengkak. Tahukan anda? Meski tidak setenar jantung koroner atau serangan jantung, jenis ini juga sama bahayanya karena menyerang organ vital yakni jantung. Lalu mengapa seseorang mungkin saja terkena jantung bengkak? Makanan apa yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi? Bagaimana cara mengobatinya? Ulasan berikut akan menjawab pertanyaan Anda mengenai seluk beluk jantung bengkak. Yuk kita simak!

Tentang apa itu jantung bengkak dan ciri-cirinya

Pantangan makanan jantung bengkakApa itu ciri-ciri jantung bengkak? Jantung bengkak atau dalam istilah medis disebut sebagai cardiomegaly adalah terjadinya pembengkakan jantung yang diakibatkan oleh volume bilik jantung yang menjadi lebih besar karena melonggarnya otot jantung. Pembengkakan ini disebut dilated cardiomyopathy. Ada satu lagi pembengkakan jantung yang diakibatkan oleh otot jantung yang mengalami penebalan yang disebut hypertrophic cardiomyopathy. Jantung bengkak hanya dapat dipastikan dengan cara melakukan pemeriksaan rontgent pada dada.

Penyebab jantung bengkak

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa jantung bisa bengkak! Penyebabnya? Ini dia jawabannya:

Infeksi virus pada jantung – Infeksi virus dapat terjadi ketika seseorang tidak menjaga kebersihan dengan baik. Kebersihan yang dimaksud termasuk juga kebersihan makanan yang dikonsumsi serta kebersihan diri. Diantaranya menyikat gigi dengan baik dan benar. Selain virus, infeksi yang disebabkan bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan penyebab jantung bengkak.

Tekanan darah tinggi – Tekanan darah tinggi akan menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Pada prinsipnya, semua kondisi yang menyebabkan kerja jantung menjadi lebih keras memiliki kemungkinan dapat menyebabkan jantung bengkak.

Kelainan katup jantung – Katup jantung berfungsi sebagai pemisah aliran darah, baik yang keluar dari jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh mau pun sebaliknya. Kelainan atau kerusakan pada katup jantung dapat disebabkan oleh penyakit tertentu seperti tumor.

Anemia – Gejala anemia atau kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan jantung mengalami pembengkakan. Sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. Jika ketersediaan sel darah merah kurang, maka jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Kehamilan – Pembengkakan jantung dapat terjadi seiring dengan proses kehamilan, disebut sebagai peripartum cardiomyopathy.

Gagal ginjal yang mengharuskan cuci darah (dialysis) – Ketika melakukan cuci darah, jantung manusia harus bekerja lebih keras dari seharusnya sehingga jantung dapat mengalami pembengkakan.

Otot jantung yang lemah – Otot jantung dapat melemah karena orang tersebut mengalami serangan jantung.

Infeksi HIV – Penyakit ini akan menyerang sel-sel dalam tubuh sehingga dapat mengakibatkan berbagai infeksi termasuk pada jantung sehingga dapat mengakibatkan jantung bengkak.

Kelainan genetik dan faktor keturunan – Beberapa orang terlahir dengan jantung yang tidak normal. Orang dengan jantung yang tidak normal, jantung bocor misalnya, harus melakukan kerja yang lebih keras dibandingkan dengan jantung normal sehingga dapat menjadi faktor pemicu pembengkakan jantung.

Gangguan tiroid – Menurut medicinenet.com kelenjar tiroid adalah kelenjar yang membuat dan menyediakan hormon-hormon yang membantu mengatur detak jantung normal, tekanan darah, suhu tubuh dan produksi energi. Apabila terjadi gangguan pada tiroid, maka dapat menyebabkan masalah jantung, salah satunya pembengkakan jantung.

Selain sebab-sebab yang dijelaskan di atas, faktor gaya hidup juga dapat menjadi penyebab jantung bengkak. Terkadang kesibukan sehari-hari dan pergaulan dapat membuat kita kurang berhati-hati dan peduli untuk memelihara kesehatan tubuh. Gaya hidup apa saja yang dapat memicu penyakit ini? Berikut penjelasannya:

Jarang berolahraga – Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang menganggap olahraga sebagai suatu kebutuhan. Faktor kesibukan paling sering menjadi alasan orang tidak berolahraga. Selain itu malas untuk mengeluarkan tenaga untuk olahraga juga menjadi alasan. Banyak orang mengatakan bahwa olahraga akan membuat badan pegal-pegal dan lelah. Ini karena mereka belum menyadari pentingnya hal olahraga. Salah satu manfaat olahraga adalah menjaga kesehatan tubuh. Termasuk juga menjauhkan diri dari risiko terserang berbagai jenis penyakit baik penyakit yang ringan mau pun penyakit yang berat seperti sakit jantung koroner.

Pola makan yang tidak sehat – Makanan adalah salah satu kunci yang menentukan kondisi kesehatan tubuh. Saat ini banyak tersedia makanan cepat saji yang sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Memang makanan yang dijual terlihat menarik dan lezat, namun jangan sampai Anda mengonsumsinya dengan berlebihan. Jika kita benar-benar peduli dengan kesehatan dan tidak ingin terkena penyakit jantung bengkak atau penyakit lainnya, sebaiknya segera atur pola makan menjadi pola makan yang sehat.

Merokok – Hampir semua orang pasti tahu betapa bahayanya merokok. Berbagai kampanye seharusnya telah menyadarkan kita bahwa merokok sangat tidak baik untuk kesehatan. Bahkan di setiap bungkus rokok pun telah disertakan peringatan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Jangan sampai kita menutup mata dan masih menjadikan merokok sebagai kebiasaan atau gaya hidup. Mulai detik ini juga buanglah jauh-jauh puntung rokok jika kita tidak ingin terkena penyakit jantung salah satunya jantung bengkak yang dapat berakibat fatal.

Penyalahgunaan narkoba dan alkoholisme – Narkoba sudah pasti tidak untuk dikonsumsi secara sembarangan. Penggunaannya yang seharusnya hanya untuk keperluan medis kini telah banyak disalahgunakan. Pengguna narkoba dapat terserang berbagai jenis penyakit, salah satunya jantung. Hal ini karena narkoba yang dikonsumsi menyatu dengan darah yang dipompa oleh jantung. Selain itu, alkoholisme juga tidak dapat dibantah lagi sebagai salah satu faktor penyebab berbagai penyakit jantung termasuk pembengkakan jantung karena alkohol yang diminum akan mengalir di dalam darah.

Kurang menjaga kebersihan – Kurang menjaga kebersihan tubuh akan menyebabkan tubuh rentan terjangkit berbagai virus, bakteri dan parasit yang di antaranya dapat menyebabkan infeksi pada jantung sehingga terjadi pembengkakan. Maka dari itu, jangan pernah mengabaikan kebersihan diri. Misalnya ketika menggosok gigi, sering kita mengabaikan untuk melakukannya sesuai dengan aturan yang benar dan justru melakukannya secara asal-asalan.

Hal lain apa yang dapat menjadi akibat jantung bengkak? Ternyata jantung bengkak dapat menjadi penyebab dari penyakit lain yang lebih berbahaya. Penyakit yang dapat disebabkan oleh jantung bengkak antara lain gagal jantung yang dapat berujung pada kematian. Sungguh jantung bengkak bukanlah penyakit yang dapat diabaikan.

Gejala jantung bengkak

Seperti apa gejalanya? Jantung bengkak memang tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat gejalanya. Namun apabila Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di bawah ini, lebih baik segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Perubahan napas yang menjadi pendek-pendek. Hal ini terutama ketika melakukan suatu pekerjaan meski tidak terlalu berat atau ketika Anda sedang berbaring pada posisi telentang.
  • Bengkak pada kaki dan tangan. Jika Anda mengalami pembengkakan yang tidak wajar, sebaiknya segera periksakan diri.
  • Bertambahnya ukuran lingkar perut.
  • Kenaikan berat badan. Lemak yang mengendap di dalam tubuh sangat berpengaruh pada kerja jantung. Waspada dengan kenaikan berat badan yang berlebih.
  • Jika Anda merasa terlalu mudah lelah dan letih setelah melakukan kegiatan, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter.
  • Rasa nyeri pada bagian dada. Jika Anda sering merasakan nyeri hingga ke ulu hati, waspadalah dan segera lakukan pemeriksaan karena ini dapat menjadi salah satu gejala jantung bengkak atau bahkan penyakit jantung lainnya.
  • Detak jantung yang tidak teratur. Gejala jantung berdebar juga dapat menjadi indikasi adanya pembengkakan jantung.

Jantung bengkak tidak selalu memperlihatkan gejala-gejala yang signifikan. Beberapa orang mungkin tidak menyadari telah terkena penyakit jantung bengkak karena memang tidak merasakan gejala yang berarti. Maka dari itu penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Makanan untuk Jantung Bengkak

Makanan apa saja yang baik untuk jantung bengkak? Ada beberapa jenis makanan yang dapat menjadi pilihan Anda. Beberapa makanan yang baik untuk jantung bengkak antara lain sebagai berikut:

Kacang-kacangan

Jenis kacang almond dan kacang tanah dapat meminimalisasi pembesaran otot jantung. Aneka jenis kacangan-kacangan memang dikenal sebagai makanan yang baik untuk menjaga fungsi kerja jantung.

Tomat, jeruk dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan

Buah tomat berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Anda bisa meminumnya sebagai jus atau memakannya langsung sebagai buah. Selain itu jeruk juga mengandung vitamin c dengan senyawa antioksidannya serta asam folat yang baik untuk jantung. Buah apel dan anggur juga mengandung flavonoid yang baik untuk jantung.

Sayuran

Aneka sayur-sayuran berwarna hijau seperti bayam, sawi dan brokoli yang dimasak tidak terlalu matang sangat bagus untuk memelihara fungsi kerja jantung. Brokoli dan bayam juga mengandung asam folat. Wortel juga baik untuk menjaga jantung tetap sehat.

Bawang putih

Bawang putih dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi 2 siung bawang putih dalam sehari baik untuk menjaga kinerja jantung anda. Bawang putih juga mengandung flavonoid.

Makanan yang mengandung omega 3

Beberapa jenis ikan seperti salmon, sarden, makarel dan tuna merupakan jenis ikan yang kaya akan kandungan omega 3. Pastikan untuk mengolahnya dengan benar. Jangan sampai menambahkan terlalu banyak minyak atau santan yang justru berakibat tidak baik bagi jantung. (baca juga: 30 makanan sehat untuk jantung)

Blueberry

Blueberry mengandung senyawa antosianin. Senyawa antosianin baik untuk menjaga kesehatan jantung. Strawberry dan acai berry juga tidak kalah baiknya sebagai makanan untuk jantung bengkak.

Buah Zaitun

Buah Zaitun dipercaya mengandung nutrisi yang baik untuk segala penyakit jantung. Akan lebih baik lagi jika dalam bentuk minyak dan air dengan senyawa hidroksitirosol.

Kedelai

Kandungan protein dan serat yang ada di dalam kedelai dapat menurunkan kolesterol dan membantu mengatasi penyakit jantung bengkak. Berbagai olahan kedelai seperti susu dan tempe dapat anda konsumsi untuk menjaga jantung anda tetap sehat.

Makanan yang banyak mengandung vitamin e dan vitamin B6

Anda dapat menemukan kandungan vitamin tesebut dalam buah-buahan seperti pisang dan alpukat serta pada biji-bijian yaitu gandum dan beras merah.

Pantangan Makanan Jantung Bengkak

Pantangan Makanan Penderita Benjolan Di PayudaraMakanan apa saja yang harus dihindari? Di samping makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita jantung bengkak, ternyata ada juga beberapa jenis makanan yang sangat dilarang untuk dikonsumsi. Beberapa jenis makanan tersebut adalah sebagai berikut:

Makanan yang mengandung kolesterol tinggi

Beberapa jenis makanan seperti jeroan, daging kambing, daging bebek dan seafood merupakan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi. Jika orang yang dalam kondisi sehat saja harus membatasi konsumsi makanan jenis ini, maka penderita jantung bengkak wajib untuk menjauhinya.

Makanan yang mengandung lemak

Pantangan makanan jantung bengkak – Makanan bersantan sudah pasti mengandung lemak yang tidak baik untuk kinerja jantung. Selain itu minyak goreng, margarin dan kelapa juga mengandung lemak dan sebaiknya tidak dikonsumsi.

Makanan dengan kadar garam berlebih

Sebaiknya anda tidak mengonsumsi makanan dengan kadar garam atau sodium berlebih karena dapat menyebabkan darah tinggi yang menjadi salah satu penyebab penyakit jantung bengkak dan penyakit jantung lainnya.

Makanan yang mengandung gula alkoholik

Beberapa jenis makanan seperti tape, nangka, durian dan nanas mengandung gula alkoholik yang tidak baik bagi jantung. Sebaiknya sebisa mungkin untuk menghindari jenis makanan ini.

Pencegahan Jantung Bengkak

Bagaimana cara mencegah jantung bengkak? Walau tidak selalu dapat dicegah karena dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kondisi, tapi kita tetap bisa melakukan pencegahan untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung bengkak. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

Terapkan gaya hidup sehat dan disiplin diri

Jangan menunda untuk menerapkan gaya hidup sehat hanya karena anggapan bahwa kita masih muda. Justru apa yang menjadi kebiasaan kita di masa muda yang akan menentukan bagaimana kesehatan kita di hari tua nanti. Berhentilah melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, begadang, minum minuman beralkohol dan kopi yang mengandung kafein. Lakukan olahraga secara teratur dan sebisa mungkin hindari hal-hal yang dapat menyebabkan Anda stres. Dari semua itu, yang paling penting adalah selalu menerapkan sikap disiplin untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri agar selalu melaksanakan gaya hidup sehat.

Lakukan pemeriksaan kesehatan

Pemeriksaan kesehatan memang sebaiknya dilakukan secara berkala. Hal ini untuk mendeteksi lebih dini ketika terdapat suatu penyakit pada tubuh sehingga dapat ditangani lebih awal. Cek kesehatan juga membantu Anda mengetahui tekanan darah apakah normal atau tidak serta mengontrol diabetes dengan mengetahui kadar gula darah.

Menjaga berat badan ideal

Pantangan makanan jantung bengkak – Obesitas adalah kondisi yang rentan dengan berbagai penyakit jantung. Jika saat ini Anda memiliki berat badan yang berlebih, sebaiknya segera lakukan upaya menurunkan berat badan yang benar. Jangan serta merta melakukan diet ketat tanpa mempertimbangkan risikonya. Sebaiknya Anda tidak ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter Anda.

Lalu bagi yang sudah terlanjur menderita jantung bengkak, bagaimana pengobatan yang dapat dilakukan? Seseorang yang menderita penyakit tersebut harus melalui proses pengobatan dan pemulihan dalam jangka waktu yang lama. Pengobatan dapat dilakukan melalui pengobatan oleh dokter, obat herbal maupun operasi.

Sudahkah Anda menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin? Jika belum, jangan tunggu lebih lama lagi. Lakukanlah hal-hal yang tidak akan membuat Anda menyesal nantinya. Jagalah kesehatan Anda karena mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat! Referensi : http://halosehat.com/.

Add Comment