Kehamilan Berisiko Dengan Diabetes dan Penyakit Jantung

Tokoobatherbal23.comKehamilan Berisiko Dengan Diabetes dan Penyakit Jantung, Dari hasil penelitian yang dilakukan selama 20 tahun oleh sebuah lembaga penelitian menunjukkan bahwa 2-10 persen wanita hamil dengan menderita diabetes gestational juga berpeluang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit jantung.

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan penyebab yang beragam, ditandai dengan adanya hiperglikemia kronis serta perubahan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defek sekresi atau kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus gestasional (DMG) adalah intoleransi glukosa yang dimulai atau baru ditemukan pada saat sedang hamil. Kemungkinan terjadinya intoleransi glukosa selama kehamilan memang tidak bisa dikesampingkan. Selama kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan resistensi insulin yang mengakibatkan perubahan metabolisme glukosa sehingga, menstimulasi sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Resistensi insulin pada ibu hamil yang menderita diabetes biasanya terjadi saat pertengahan usia kehamilan yakni sekitar minggu ke 20-24. Biasanya, diabetes kehamilan ini akan kembali normal setelah persalinan.

Kehamilan Berisiko Dengan Diabetes dan Penyakit Jantung

Memang Diabetes melitus gestasional hanya muncul saat selama kehamilan dan biasanya menghilang setelah bersalin, namun bahaya yang ditimbulkan diabetes pada wanita hamil adalah dapat meningkatkan risiko untuk menderita diabetes tipe 2 di masa mendatang.

Kehamilan Berisiko Dengan DiabetesPenelitian yang melibatkan hampir 900 wanita, berusia antara 18 sampai 30 tahun di USA yang dilakukan selama 15 tahun lebih, dan dari 900 orang tersebut sebanyak 13 persen mengidap Diabetes melitus gestasional. Diabetes Gestasional atau sering disebut Diabetes Melitus pada masa kehamilan , kondisi ini dapat dilihat adalah ketika berkemih terdapat semut hitam yang mengelilingi air seni. Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis dan terjadi karena defisiensi insulin atau resistensi insulin.

Penyakit diabetes yang terjadi pada ibu-ibu yang sedang hamil memiliki gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes umumnya yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Peneliti melakukan pengukuran ketebalan dinding arteri karotid dengan menggunakan USG rata-rata 12 tahun setelah kehamilan. Para wanita yang pernah memiliki diabetes gestasional memiliki penebalan arteri, tanda awal dari penyakit jantung, rata-rata 0,023 mm lebih besar dibandingkan mereka yang tidak pernah memilikinya.

Baca juga : Bahaya Darah tinggi dalam Kehamilan

Penelitian ini terkontrol untuk usia, ras, jumlah kelahiran, indeks massa tubuh pra-kehamilan, glukosa darah puasa, insulin, lipid dan tekanan darah.

“Kami menemukan bukti awal penyakit jantung pada mereka yang menderita diabetes gestasional bahkan meskipun mereka tidak gemuk atau tidak memiliki diabetes tipe 2,” kata pemimpin penelitian Erica Gunderson, seorang ilmuwan senior di Kaiser Permanente Northern California di Oakland, California. Dia menambahkan bahwa dokter harus mempertimbangkan pemantauan lebih ketat pada wanita dengan riwayat diabetes gestasional untuk membantu mencegah aterosklerosis, penumpukan plak di arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Wanita biasanya mengembangkan penyakit jantung di usia 60-an, sekitar satu dekade lebih kemudian daripada pria, karena hormon wanita melindungi mereka sebelum menopause.

Pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta berat badan adalah kunci pencegahan penyakit jantung. Dari hasil penelitian yang menemukan hubungan antara diabetes dan kehamilan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung ini, kiranya membuat kita semua waspada dengan menjalankan pola hidup sehat tanpa memandang remeh kesehatan sebagai aset yang berharga tak ternilai. Sumber: Journal of the American Heart Association

Add Comment